Friday, December 2

Catatan Spesial Kemerdekaan Indonesia 77 Tahun Dari Tokoh Pembaharu Betawi

Hari ini tepat Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke 77 tahun. Momentum ini menjadi sangat penting dan diharapkan menjadi landasan baru tentu saja untuk kita warga Betawi yang notabene ialah masyarakat asli dan terkenal dari dulu dengan karakter khas dan mempesona dimata para saudara nusantara lainnya.

Kaum melayu Betawi ialah dikenal sedari lama sebagai kaum yang terbuka akan perbedaan atau egaliter, religius dan humoris. Bagaimana kalau tidak mempunyai tiga watak dominan di atas mereka bisa dengan mudah menerima dan berbaur dengan adat serta kebiasaan yang ditawarkan oleh ragam suku senusantara sekaligus dengan kultur global sebagai efek samping sebagai ibukota.

Kemudian secara akidah dan solid masyarakat Betawi ialah mempunyai fanatisme Islam yang kuat dan mengakar, walau sudah dipengaruhi oleh gaya atau kultur dari bangsa lain, tetapi mampu menyerap dan menghasilkan tradisi asli yang menjadikan budaya Betawi menjadi lebih berwarna, dan terakhir toleran ialah watak mutlak yang sudah dilakukan oleh masyarakat Betawi, karena jika tidak mempunyai sifat ini tentu masyarakat Betawi tidak bisa berdampingan dengan damai dengan warga nusantara lain yang berbeda agama.

Demikian intisari awal dari penuturan tokoh pembaharu Betawi berkelas nasional, Prof. ( assc). David Darmawan, atau disapa Bang David saat mendampingi warga perumahan dalam perlombaan Agustusan  di kawasan Sumarecon Bekasi.

Bang David mengenang, saat kecil dan tinggal di Tanah Abang, beliau selalu terkenang akan cerita-cerita kejayaan para tokoh Betawi dari mendiang sang Ayah, Haji Durry Abdurahman bagaimana betapa hebatnya dan banyak jejak dari para tokoh Betawi yang mempunyai jasa tak terbilang untuk terwujudnya kemerdekaan negeri ini.

Sebut saja ada sosok KH Noer Ali, Muhammad Mansur, KH.Hasbiyallah, sampai dengan Syaikh Junaid Al Batawi, Habib Ali Bin Ahmad dan banyak lainnya yang diabadikan menjadi nama jalan utama di Jakarta.

Bang David, yang kini mengkomandani Lembaga Start up dan Inkubasi KADIN Indonesia ini lebih esensi mengatakan problem kemiskinan atau cara pandang dari masyarakat Betawi yang butuh tantangan untuk berani membuka wawasan dan meningkatkan skill.

Ya, saya melihat dari statistika resmi BPS  masih ada warga kita yang dibawah kemiskinan sekitar 26 jutaan ( BPS Maret 2022), wabil khusus di Jakarta pinggiran dan sekitarnya yang tak lain awalnya dari moyang berasal dari daerah asli Betawi lama yaitu ada sekitar 502 ribu, ini naik sekitar 0, 02 persen ya.”

Didasari fakta di atas, Bang David dengan segala kemampuan baik di jejaring KADIN Indonesia, atau pengusaha dimana beliau menjadi Ketua Forum Pengusaha Betawi Bersatu  tidak tinggal diam, beliau berusaha dengan skil dan amanah jabatan dan tak bosan untuk mengajak kolaborasi semua pihak untuk memberikan solusi ini.

“Ya, tentu dengan daya kecil saya yang tak seberapa ini, bersama anak-anak muda Betawi terbaik dan kawan-kawan semua saya mempersembahkan prestasi dan langkah nyata ya, seperti membuat aplikasi B.E.T.A.W.I, transformasi digital untuk UMKM dan bahkan seminar atau festival kewirausahaan.” jelasnya.

Semua ini muaranya untuk merubah paradigma dan membuka wawasan yang nanti pada akhirnya akan tercipta masyarakat Betawi yang mempunyai skill  tinggi dan mampu untuk mencukupi kebutuhan dasarnya, dan bahkan mampu membuka lapangan pekerjaan atau kegiatan mulia lainnya.

Demikian penutup dari catatan khusus untuk Hari Kemerdekaan di tanggal 17 Agustus 2022 dari sosok Betawi yang dikenal lugas, pemberani tapi juga mempunyai jiwa dermawan ini.

%d bloggers like this: